Sekitar 20-30 tahun lalu, mungkin orang belum ada yang membayangkan bahwa komputer akan menjadi barang yang mudah dibawa-bawa seperti sekarang, dimana komputer sudah menjelma menjadi gadget portabel a.k.a. perangkat mobile berupa laptop, netbook atau pun smartphone. Begitu juga dengan alat/device input nirkabel seperti wireless keyboard/mouse.

Tapi itu belum seberapa. Nantinya, komputer bahkan tidak perlu lagi harus dioperasikan menggunakan alat input seperti itu yang masih perlu digerakkan dengan tangan, melainkan cukup dengan pikiran.

Udah kek telepati aja…

Para peneliti Intel meyakini bahwa di tahun 2020 nanti komputer atau pun peralatan digital lainnya bisa dikendalikan atau dioperasikan cukup dengan menggunakan hardware chip komputer yang tertanam di dalam otak. Jadi, kita bisa melakukan kegiatan komputasi seperti membuka file dokumen, surfing web, dan lain-lain cukup dengan apa yang disebut gelombang otak. Wih wih wih….

ComputerWorld bilang, para ilmuwan di laboratorium penelitian Intel di Pittsburgh sedang bekerja untuk menemukan cara untuk membaca dan memanfaatkan gelombang otak manusia sehingga mereka dapat digunakan untuk mengoperasikan komputer, televisi dan ponsel. Gelombang otak akan dimanfaatkan dengan sensor yang dikembangkan Intel ditanamkan dalam otak manusia.

Para ilmuwan mengatakan rencana ini bukan adegan dari film fiksi ilmiah. Chip tersebut tidak akan ditanam di otak anda bila anda tak menginginkannya. Para peneliti berharap bahwa konsumen sendirilah yang nantinya akan menginginkan penggunaan implan (chip di dalam otak) tersebut, karena diperkirakan konsumen akan semakin menginginkan kemudahan untuk tidak perlu membawa-bawa peralatan komputer

“Kami sedang berusaha untuk membuktikan bahwa Anda dapat melakukan hal-hal menarik dengan gelombang otak,” kata Pomerleau, seorang ilmuwan Intel. “Akhirnya orang mungkin bersedia untuk lebih berkomitmen… untuk otak implan. Bayangkan bisa berselancar di Web dengan kekuatan pikiran Anda.”

Untuk mencapai hal tersebut, Pomerleau dan rekan tim risetnya dari Intel, Carnegie Mellon University dan University of Pittsburgh, saat ini sedang bekerja untuk menguraikan kode (men-decode) aktivitas otak manusia.

Kayaknya ini juga sejalan dengan apa yang sedang dilakukan oleh seorang ilmuwan asal Universitas Birmingham, Dr Jon Spratley, seperti diberitakan MailOnline, walau pun dalam bentuk yang lebih sederhana, yaitu untuk menciptakan chip yang akan ditanam ke dalam otak penderita kelemahan syaraf agar bisa sekedar menyalakan atau mematikan alat elektronik menggunakan sinyal otak. Dan ini kayaknya sejalan juga dengan teori seorang profesor bernama Ray Kurzweil tentang kemajuan teknologi nano.

Weleh…. canggih bener nih kemajuan teknologi digital.

Lah sekarang begini. Kalo misalnya komputer langsung dikerjakan dengan otak, terus chip itu dibuat online. Jadi deh, kita semua bisa semacam facebook-an, kontak-kontakan, pokoknya terhubung satu sama lain. Malah bisa-bisa kalo nggak hati-hati, semua yang ada dipikiran kita bisa langsung dibaca orang lain. Nah… yang mikir jorok-jorok atawa yang aneh-aneh bisa langsung ke gap tuh… wkkkkk…. 😛

Tapi sisi lain pasti banyak juga kegunaannya sih…

Iklan