WOKING—Pembalap Lewis Hamilton menampik segala kontroversi terkait kritiknya terhadap strategi McLaren yang menurutnya menjadi penyebab kegagalan naik podium di Grand Prix Australia Minggu (28/3). Dalam balapan tersebut Hamilton hanya finis di urutan enam, merasa keputusan tim yang memerintahkannya masuk pit sebanyak dua kali menyebabkan rekan setimnya, Jensen Button yang menjadi juara.
“Tim sudah menjelaskan alasan kepada saya harus masuk pit dua kali dan saya mengerti apa yang sedang mereko coba lakukan,” katanya. Hasil kualifikasi membuat Hamilton memulai balapan di urutan ke-11 namun berhasil membuat start yang bagus dan sempat membalap Button di lap enam untuk meraih posisi ke tujuh.
Pembalap 25 tahun ini pertama kali masuk pit di akhir putaran delapan dan setelah berhasil berada di urutan tiga di tikungan ke-11 putaran 26, dia diperintahkan masuk pit untuk mengganti ban di putaran 34. Padahal saat itu ia menekan peringkat kedua, Robert Kubica, yang tak jauh di depannya
Saat keluar dari pit Hamilton berada di posisi lima dengan ban baru, dia terlihat lebih cepat dari pembalap di depannya. Namun karena kendaraannya bersentuhan dengan mobil Mark Webber, Hamilton kembali ke urutan enam.
Juara dunia tahun 2008 ini melampiaskan rasa frustasinya melalui radio timnya di putaran berikutnya dan tetap terlihat marah setelah balapan usai. Pemimpin tim McLaren, Martin Whitmarsh bertanggung jawab terhadap keputusan itu dan mengatakan bahwa itu merupakan panggilan yang salah.
Whitmarsh memang merencanakan hal tersebut tapi ternyata Hamilton kehilangan banyak waktu di belakang Kubica. Bagaimanapun, Hamilton mengaku bangga dengan penampilannya di sirkuit Albert Park. “Balapan saya luar biasa, saya sangat menikmatinya. Itu salah satu balapan tersulit yang pernah saya rasakan,” ujarnya seperti dilansir inilah.com.
Sementara taktik gemilang membawa Jenson Button meraih podium juara. Melalui kemenangan ini juga, Button ingin membungkam orang-orang yang sudah mengkritiknya pindah ke McLaren. Kemenangan ini menjadi semakin spesial buatnya. Sebab, Button tergabung dalam pembalap yang pernah meraih podium juara seperti legendaris F1 Alain Prost dan Ayrton Senna.
“Setiap kemenangan terasa spesial, karena Anda bekerja sangat keras untuk meraihnya. Tapi, balapan pekan kemarin sangat berbeda buat saya,” kata Button kepada situs resminya. Kemenangan ini, maka Button berada di peringkat ketiga klasemen F1 dengan mengumpulkan 31 poin. Dia masih tertinggal dari pembalap Fernando Alonso memimpin dengan raihan 37 poin.