Bandung – Android digadang-gadang bakal menggusur popularitas Blackberry. Tapi kekhawatiran akan kualitas jaringan dari operator terus membayangi.

Kekhawatiran tersebut wajar adanya. Pasalnya saat mengakses data, Android tidak ada sistem kompresi. Hal ini berbeda dengan Blackberry yang menggunakan sistem kompresi saat mengakses data. Akibatnya Android jauh lebih boros bandwith.

“Jadi kalau dibandingkan, Android jauh lebih boros ketimbang Blackberry,” ujar praktisi Android, Lucky Sebastian saat berbincang dengan detikINET disela-sela peluncuran layanan Android Indosat di Bandung, Rabu (10/3/2010) petang.

Menurut Lucky, melihat yang sudah-sudah, saat baru diluncurkan jaringan tidak bermasalah. Tapi, lanjutnya, saat pelanggan sudah banyak masalah mulai muncul.

Walau demikian, Lucky justru berharap kondisi yang sebaliknya. Menurutnya dengan boomingnya Android akan memicu operator untuk memperbaiki kualitasnya. “Iya dong. Kita harus melihatnya sebaliknya. Kita paksa operator memperbaiki kualitasnya,” kata Lucky.

Lucky mengibaratkan operator sebagai penyedia jalan. “Kita pengguna adalah supirnya dan komunitas adalah busnya. Supir pasti akan memilih jalan yang bagus. Jadi kalau mau tetap eksis ya harus berikan pelayanan pada pelanggannya,” papar Lucky.