VIVAnews – Pamor platform mobile Android, kian hari kian terang.

Sistem operasi mobile terbuka yang disokong oleh Google itu, popularitasnya semakin dekat membayangi platform smartphone terpopuler, iPhone.

Sebuah riset yang dilakukan oleh perusahaan periklanan mobile, Admob, menyimpulkan bahwa sistem operasi Android kini menjadi platform smartphone terbesar kedua di bawah iPhone, melampaui sistem operasi Symbian maupun RIM (BlackBerry – red).

Hingga Februari 2010, iPhone masih mendominasi 50 persen dari pasar sistem operasi smartphone secara global.

Sementara platform Android, meskipun baru muncul sekitar dua tahun belakangan, sudah merengkuh 24 persen dari pangsa pasar.

Padahal, Februari tahun lalu, Android hanya mampu menggaet 2 persen pangsa pasar ponsel pintar.

“Android adalah sistem operasi yang mengalami pertumbuhan tahunan tercepat di dalam jaringan AdMob,” kata studi yang diselenggarakan oleh AdMob, dikutip dari situs TGDaily.

Kini Android telah berhasil mengalahkan platform Symbian yang hanya mendapat porsi 18 persen pangsa pasar ponsel pintar, dan jauh di atas BlackBerry yang cuma bisa meraih 4 persen.

Bahkan pangsa Android lebih dari sepuluh kali lipat porsi sistem operasi Windows Mobile yang cuma bisa mengais 2 persen.

Pertumbuhan Android yang demikian pesat tak lepas dari andil berbagai vendor handset yang gencar meluncurkan berbagai model ponsel Android.

Dari hasil studi AdMob, lima ponsel Android populer berdasarkan trafik, adalah Motorola Droid (atau Milestone), HTC Dream, HTC Hero, HTC Magic, dan Motorola CLIQ.

Di Indonesia, pertumbuhan smartphone sendiri mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Menurut data Research In Motion yang dipresentasikan oleh Hastings Singh, Distribution Regional Director, RIM Asia-Pacific, pertumbuhan smartphone di Indonesia tahun lalu mencapai 9 persen meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 4 persen.

Pertumbuhan itu juga diiringi dengan meningkatnya konsumsi data pelanggan operator-operator telekomunikasi yang mencapai pertumbuhan sebesar 426 persen.

Di saat yang sama, konsumsi voice justru anjlok dengan pertumbuhan minus. RIM memperkirakan, pertumbuhan smartphone di Indonesia bakal terus meningkat hingga 16 persen pada 2012.