Jakarta – Saat SW (4) merokok dan bicara cabul, lingkungan di sekitarnya bukan hanya membiarkan, tetapi juga menertawakannya. Bahkan jika dilihat dari video di Youtube dengan judul ‘Anak Kecil Berbicara Kotor Dan Merokok! Dari Surabaya!’, SW malah disuruh memperagakan adegan seksual.

Hal inilah yang menurut psikolog dari Unika Atma Jaya, Wieka Dyah Partasari, sebagai penyebab yang melanggengkan perilaku buruk bocah yang tinggal di Kota Malang, Jatim itu.

“Jika perilaku seperti itu ditertawakan itu bukan lagi pembiaran, tapi juga penguatan,” kata Wieka saat berbincang dengan detikcom, Kamis (1/4/2010).

Wieka menjelasakan, perilaku dari anak berumur empat tahun didapat dari meniru lingkungannya. Proses meniru perilaku yang tidak baik, bisa dicegah lewat teguran. Jika teguran tidak dilakukan, tapi malah pembiaran yang dilakukan, bukan hal yang aneh jika perilaku buruk SW tidak berubah.

“Perilaku yang salah dapat berhenti dengan teguran yang menghasilkan konsekuensi yang tidak menyenangkan,” kata Wieka.

Selain teguran keras, Wieka juga menyarankan orang tua dan lingkungan sekitarnya melakukan tindakan drastis seperti melenyapkan rokok dari jangkauan SW. Tanpa akses terhadap rokok, diyakini SW perlahan-lahan tidak lagi akan mencari barang yang berbahaya itu.

“Teguran dan tindakan harus keras. Kalau marah yang benar-benar,” saran Wieka kepada orang tua SW.

Iklan