BANTUL (KR) – Penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) untuk tingkat SMP, Kamis (1/4) hari ini berakhir. Ketua Tim Pengawas Independen (TPI) Sekretariat Bantul Yulianto Ahmad SH MH didampingi sekretarisnya Sutrsino SP MP kepada KR, Rabu (31/3) kemarin mengatakan, penyelenggaraan UN SMP di Bantul sudah bagus dan tertib. Hingga Rabu kemarin pelaksanaan UN berjalan aman.

Yulianto menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara UN SMP di Bantul. Menurutnya, ada beberapa masalah pada penyelenggaraan UN SMP di Bantul, tetapi masalah tersebut tidak sampai mengganggu proses penyelenggaraan UN. Seperti saat akan dimulai UN terdapat kekurangan bendel soal dari percetakan, tetapi hal itu tidak ada unsur kesengajaan dan masalah tersebut dapat segera diatasi dengan memanfaatkan bendel soal cadangan.
Pada Rabu kemarin ada 17 siswa yang tidak mengikuti ujian, rinciannya karena sakit 10 siswa dan yang mengundurkan diri 7 anak, termasuk yang mengundurkan diri karena menikah dari siswi SMP di Dlingo.
Dari pantauan Komisi D DPRD Bantul, di SMP YP Sanden, terdapat kekurangan 4 lembar jawaban. “Panitia terpaksa memenuhi kekurangan dengan mengambil di sekretariat Pokja,” ungkap Sadji, anggota Komisi D DPRD Bantul.
Kepala Dinas Pendidikan Dasar Kabupaten Bantul Drs H Sahari didampingi Ketua Penyelenggara UN SMP Bantul Ir Dwi Budiyanto MP, mengaku bersyukur karena penyelenggaraan UN SMP di Bantul dapat berjalan dengan lancar.
Terkait UN SMP yang akan berakhir, Kamis (1/4) hari ini, Drs H Sahari minta kepada para pengawas agar tetap menjaga staminanya dan jangan sampai ada lembar pengerjaan ujian yang tercecer seperti yang terjadi ketika UN SMA pekan lalu.