Milan – Inter Milan kembali mengusung formasi lini depan yang mungkin bisa dinamai “tridente + 1”. Dan kenapa tidak jika strategi sama sebelumnya sudah sukses menundukkan Chelsea.

Pertengahan Maret lalu Inter berhasil memetik kemenangan penting di markas Chelsea. Saat itu Nerazzuri “membunuh” Chelsea di Stamford Bridge dengan skor 1-0, sekaligus memastikan lolos ke perempatfinal dengan agregat 3-1.

Dalam kesuksesan tersebut, allenatore Jose Mourinho memasang formasi yang terbilang ofensif meski tampil di markas lawan. Di lini depan langsung diplot tiga penyerang tengah yaitu Samuel Eto’o, Goran Pandev dan Diego Milito, yang disokong oleh Wesley Sneijder.

Menghadapi CSKA Moskow, Kamis (1/4/2010) dinihari WIB, skema serangan serupa dimainkan. Meski kemudian hanya berhasil memetik kemenangan tipis 1-0 di kandang sendiri, tapi Inter memang terlihat tajam di depan.

Menurut Mourinho, strategi tersebut adalah hasil racikannya untuk membuka “gembok” di pertahanan tim lawan yang potensial bermain ketat merapat.

“Ini adalah sebuah taktik seimbang untuk menghadapi lawan yang kami tahu akan memainkan 4-4-2 rapat,” ungkap Mourinho di Football Italia.

Tentu keputusan Mourinho tersebut bukan hanya dikarenakan pertimbangan lawan belaka tapi juga karena Inter saat ini dia nilai punya materi pemain yang pas untuk mengaplikasikannya.

“Penting buat kami untuk sedikit melebarkan permainan dalam menyerang, jadi kami memutuskan untuk memakai sistem ini dan itu memang cocok buat karakter pemain kami dan juga di Liga Champions,” terang dia.

CSKA sendiri, meski jadi underdog lawan Inter, diwaspadai benar oleh Mourinho karena pernah menahan imbang Manchester United 3-3 di Old Trafford, menang 2-1 saat menjamu Wolfsburg dan juga menyingkirkan Sevilla di 16 besar.

“CSKA yang kami lihat melawan Wolfsburg, Sevilla dan Manchester United lebih baik ketimbang sekarang. (Soalnya) Kami berhasil menyetop mereka bermain bagus dengan cara tetap agresif dan memastikan mereka tidak memiliki peluang berlama-lama menguasai bola,” tandas Mourinho