Skandal bailout Bank Century bukan hanya modus perampokan uang negara melalui LPS. Namun sebuah fakta kegagalan sistem ekonomi neoliberal. Selama ini publik dan masyarakat mudah melupakan bahwa ketidakadilan ekonomi di negeri ini sejak Orba akibat penerapan sistem ekonomi kapitalisme.
Para pemikir (ekonom) peletak fondasi ekonomi Orba yang disebut Mafia Berkeley yang menciptakan sistem ekonomi yang menciptakan kesenjangan ekonomi. Sementara para ekonom neoliberal seperti Sri Mulyani, Boediono, adalah yang memperparah kebusukan ekonomi domestik. Kebijakan ekonomi selama 6 tahun terakhir jelas anti rakyat. Kenaikan BBM sampai 200 persen tahun 2007/2005 sebagai buah penghapusan subsidi, penaikan cukai rokok, dan penerapan sistem outsourcing bagi buruh adalah buah pemikiran para ekonom neoliberal.
Para ekonom neoliberal yang selama ini menganggap sistem ekonominya bersih dari korupsi akhirnya menjadi pelaku korupsi kebijakan dan dana negara. Kasus Century adalah bentuk perbuatan jahat dalam sistem ekonomi neoliberal. Pertanyaan sederhana: Kemananah dana negara Rp 6,7 triliun dan benarkah pemutus kebijakan semacam Ketua KSSK, Gubernur BI, tidak mendapatkan bonus atas pengucuran dana bail-out tersebut? Sedangkan kita (rakyat) mengurus KTP saja harus membayar pungli?
Nurul Himawan
MHS Sosilogi UNS
JL IR SUTAMI 36 A
KENTINGAN, SOLO