Maranello – Fernando Alonso sudah menggunakan tiga mesin dalam tiga seri terakhir. Di GP China akhir pekan nanti, Ferrari memastikan bahwa pembalap Spanyol itu tidak akan menggunakan mesin baru lagi.

Alonso pertama kali mengganti mesin usai mengalami overheat di kualifikasi GP Bahrain di seri pembuka. Di GP Malaysia dua minggu silam juara dunia dua kali itu juga melakukan pergantian mesin.

Sudah tiga mesin yang telah digunakan oleh Alonso, dari delapan jatah mesin yang bisa digunakan oleh tiap pembalap untuk menjalani balapan musim ini.

Saat ini eks Renault tersebut ada di posisi kedua klasemen sementara pembalap dengan poin 37. Nilai yang dia miliki sama dengan Sebastian Vettel (peringkat tiga), dan hanya terpaut dua poin dari Jenson Button (peringkat empat) dan Sebastian Vettel (peringkat lima).

Dalam tiga balapan yang sudah berlangsung sejauh ini, pembalap kelahiran 29 Juli 1981 itu mencatat hasil yang menurun. Juara di Bahrain, posisi empat di GP Australia, dan finis di posisi ke-13 di GP Malaysia.

Posisi Alonso tengah “rawan”. Namun Ferrari menegaskan tidak akan memasang mesin baru untuk Alonso di GP China nanti. Tim Kuda Jingkrak akan menggunakan mesin yang digunakan untuk GP Bahrain.

“Sebagai langkah antisipasi, kami memilih tak menggunakan mesin di GP Bahrain di Australia. Mesin itu akan digunakan di China, setelah kami menyimpulkan bahwa kondisi mesin siap,” demikian chief soal mesin dan piranti elektronik Ferrari Luca Marmorini, seperti diberitakan Motorsport.

Marmorini menilai bahwa karakter sirkuit di Shanghai tidak menguras mesin. “Sirkuit Shanghai memiliki lintasan lurus yang sangat panjang, namun tidak ada masalah khusus yang bakal dialami mesin. Suhu udara di sana juga biasanya tak terlalu tinggi yang bisa membuat kerja mesin jadi lebih mudah.”