Woking – Jenson Button mengaku senang dengan perubahan sistem poin yang musim ini diterapkan di Formula 1. Sistem tersebut memberi keuntungan buat pembalap yang konsisten bukan hanya yang tercepat saja.

Tampil dengan status juara bertahan, Button tergolong cukup lumayan mengawali musim ini. Meskipun hanya finis di urutan tujuh pada seri pembuka di GP Bahrain, pembalap McLaren ini mampu jadi kampiun di GP Australia dan menurun kembali dengan finis kedelapan di GP Malaysia.

Meski demikian, posisi Button di klasemen tidak lantas anjlok. Walau hanya meraih satu kemenangan, namun 25 angka yang diraih Button mengangkat posisinya hingga urutan empat dengan nilai 35, terpaut empat angka dari Felipe Massa yang jadi pemuncak.

Atas selisih poin yang tak begitu jauh dengan Massa itu, Button pun berterimakasih kepada sistem poin yang baru. Jika musim lalu sistem poin tertinggi adalah 10 dan hanya tesedia hanya untuk delapan posisi terdepan (10,8,6,5,4,3,2,1), maka musim ini poin tertinggi adalah 25 dan tersedia untuk 10 posisi terdepan (25,18,15,12,10,8,6,4,2,1).

Button menyebut, dengan adanya sistem poin baru tersebut, pembalap dituntut untuk tak hanya menjadi yang tercepat, tetapi juga konsisten di setiap balapan. Dan konsistensi itulah yang tengah diterapkannya sekarang.

“Saya tidak berpikir bahwa saya adalah satu-satunya yang memikirkan bahwa sistem poin baru lebih menghargai pembalap yang tercepat dibandingkan pembalap yang lebih konsisten,” ujar Button kepada Sky Sports.

“Tapi kami melihat di tiga race pertama bahwa konsistensi masih dihitung. Dan saya diberi tahu bahwa urutan klasemen di atas tetap tidak akan berubah jika kami menggunakan sistem poin yang lama, yang sungguh menarik,” sindir dia.

“Saya masih berpikir butuh lebih banyak balapan untuk kami untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang seluk-beluk sistem poin. Tapi saya masih
berpikir bahwa finis secara konsisten sama pentingnya.”