Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana mengembangkan penyidikan kasus dugaan suap hakim Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Ibrahim. KPK akan mengusut pihak-pihak di luar Ibrahim dan pengacara Adner Sirait.

“Kita lakukan pendalaman apakah bisa melebar kepada pihak yang bersengketa, tidak hanya sampai pada kedua orang ini, IB dan AS,” ujar Juru Bicara KPK Johan Budi kepada wartawan di KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (13/4/2010).

Menurut Johan, KPK juga akan menelusuri barang bukti suap yang ditemukan berupa uang Rp 300 juta.

“Kita akan telusuri apakah uang Rp 300 juta yang kita temukan asalnya dari mana, siapa yang memberi? Yang pasti kaitannya dengan kasus yang sedang diperiksa oleh KPK kepada IB dan AS,” kata Johan.

“Bagaimana dengan permintaan pengacara untuk pemindahan Ibrahim dari RS Polri ke RS Mitra Internasional Jatinegara?” tanya wartawan.

“Ya, kita akan tetap memeriksa apakah RS yang jadi rujukan bisa mengobati tersangka. Selama RS yang kita rujuk masih mampu tentu kita tetap akan memakai rumah sakit-rumah sakit rujukan yang sering kita pakai yaitu RS Polri Kramat Jati,” jelasnya.