Singapura – Saat ini dunia sedang terkagum-kagum sedemikian rupa pada Lionel Messi. Banyak yang menganggap dia sudah layak diberi mahkota sebagai pemain terhebat sepanjang masa. Nanti dulu, kata seniornya.

Sensasi Messi sejak membantu Barcelona memborong banyak gelar di musim lalu, dan meraih predikat sebagai pemain terbaik dunia 2009, berlanjut hingga kini. Momen terakhir adalah ketika ia mencetak empat gol saat El Barca menaklukkan Arsenal 4-1 di Liga Champions dua hari lalu.

Performa fantastis tak henti itu membuat media massa terus mengekspos pemain 22 tahun itu. Ia seperti dilumuri oleh analisis, julukan, embel-embel dan segala macam hal-hal yang hebat-hebat. Ia dibanding-bandingkan pula dengan banyak pemain legendaris, terutama senior yang kini pelatihnya di timnas Argentina, Diego Maradona.

“Perbandingan bagus Messi dengan pemain-pemain lain yang saat ini aktif bermain tidaklah valid,” cetus pemenang Piala Dunia 1978 asal Argentina pula, Ossie Ardiles, kepada Reuters setelah menggelar sebuah event coaching clinic di Singapura.

“Tapi, oke-oke saja orang membanding-bandingkan dia dengan pemain-pemain besar di masa lalu seperti Diego Maradona, Pele dan Johan Cruyff.

“Dia masih 22 tahun dan Anda harus menjaga level ini selama bertahun-tahun untuk memperoleh kesahihan bahwa dia lebih baik daripada raksasa-raksasa itu,” sambung dia.

Secara spesifik Ardiles membuat komparasi Mssi dengan Maradona, terutama dalam hal kemampuan teknis.

“Keduanya punya banyak kesamaan. Mereka kecil, kidal, rendah gravitasinya. Saya pikir Messi mungkin lebih cepat sentuhannya, tapi Diego lebih terampil (skilfull).”

“Perbedaan besar adalah temperamen,” lanjut pemain top yang pernah menjadi rekan satu kamar Maradona itu.

“Diego sering ribut dan punya banyak masalah di luar lapangan. Meski begitu dia masih bisa menerobos hal-hal itu dan memisahkannya, menjadi pemimpin, inspirasi untuk rekan-rekan setim dan negaranya.

“Messi, sebaliknya, lebih terfokus pada permainannya dan tentu saja lebih kalem. Dia sangat nyaman dan terlindungi dengan baik oleh keluarganya. Kita tak pernah melihat dia di klub malam. Dari segi itu, dia anak yang sempurna.