Kebumen- Pemungutan suara pemilihan umum bupati Kebumen, Minggu (11/4), marak dengan politik uang. Sejumlah warga mengaku memperoleh uang dari beberapa pasangan calon bupati. Panitia Pengawas Pemilu Kebumen pun menemukan praktik politik uang di 10 kecamatan dari 26 kecamatan di Kebumen dengan barang bukti lebih dari Rp 1 juta.

Sementara, hingga Minggu malam sekitar pukul 19.00, penghitungan sementara Komisi Pemilihan Umum Kebumen menghimpun suara sah sebanyak 283.258 suara. Sementara total pemilih tetap yang terdaftar sebanyak 973.723 pemilih.

Untuk sementara, posisi pertama perolehan suara ditempati pasangan nomor 3, Buyar Winarso-Djuwarni dengan 29,07 persen suara. Berikutnya, Nashiruddin Al Mansyur-Probo Indartono dengan 28,63 persen suara.

Posisi ketiga ditempati Poniman Kasturo-Nur Afifatul Khoeriyah dengan perolehan suara sebesar 22,31 persen. Kemudian posisi terakhir perolehan suara ditempati pasangan Rustriyanto-Y Rini sebesar 19,99 persen.

Terkait politik uang, Setia Suprapto (40), dari Desa Sirnoboyo, Kecamatan Bonorowo, mengaku diberi uang sebesar Rp 5.000 oleh tim pendukung salah satu pasangan calon. Selain uang, ia juga diberi “kartu pintar” yang memuat gambar pasangan calon tersebut dengan tujuan agar ia memilih pasangan calon yang dimuat dalam kartu tersebut.

Ketua Panitia Pengawas, Suratno, mengatakan, keempat pasangan calon disinyalir melakukan politik uang. Jika terbukti tim sukses calon ikut memberikan uang kepada pemilih, keikutsertaan pasangan calon bisa dibatalkan. Namun sejauh ini yang dapat dibuktikan adalah praktik politik uang yang dilakukan oleh pendukung calon bupati nomor 3, Buyar Winarso-Djuwarni, yakni di 10 kecamatan.

“Kami sudah memeriksa 12 orang saksi dan pemberi uang, serta barang bukti berupa uang lebih dari Rp 1 juta,” kata Suratno.

Saat dikonfirmasi, Hartono selaku anggota tim pemenangan Buyar Winarso-Djuwarni, mengatakan, pihaknya tidak melakukan praktik politik uang. Kalaupun ada laporan praktik politik uang, hal itu dilakukan para pendukung Buyar Winarso, bukan tim pemenangan. “Kami sudah meminta pendukung agar tidak melakukan praktik politik uang dalam pilkada ini,” kata Hartono.

Sementara, saat ditemui usai menggunakan hak suara di TPS 6 Desa Wonokriyo, Gombong, Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustriningsih mengatakan, praktik politik uang pada pilkada Kebumen perlu disikapi serius. Rustriningsih meminta agar kabupaten lain yang akan segera mengadakan pilkada dapat mempelajari kasus politik uang yang ada di Kebumen, agar praktik politik uang pada pilkada dapat ditekan