Roma – Marcello Lippi punya penilaian sendiri dalam meracik skuad timnas Italia. Itu mengapa dia bergeming meski komposisi pemain pilihannya saat ini dinilai sudah terlalu tua.

Kritik untuk pilihan Lippi atas sejumlah nama pemain veteran menuai kritikan, khususnya dari sejumlah media. Mereka mempertanyakan hal tersebut dengan merujuk pada hasil buruk Italia di Piala Konfederasi lalu –saat Italia kandas sedari fase grup.

Akan tetapi, Lippi cuek dan tetap dengan rencananya sendiri. Apalagi menurutnya usia bukanlah kendala besar, khususnya dalam sebuah turnamen pendek macam Piala Dunia.

“Piala Dunia terdiri dari sekitar tujuh partai selama sebulan, kita tak butuh semua pemain berusia 24 tahun. Jika saya menggunakan tim ini untuk sepanjang musim, mungkin barulah saya akan punya pilihan beda. Tapi untuk sebulan tidaklah masalah.”

“Anda tak bisa menilai kualitas seorang pemain pada usia atau kemampuan teknik saja. Antusiasme, pengalaman, karisma, kebijakan, pengalaman internasional: itu semua bagian dari pertimbangan,” papar Lippi dalam wawancara bersama situs FIFA.

Dengan demikian Lippi, yang juga mengantar Italia jadi juara dunia empat tahun silam, tak bakal mengubah atau membiarkan keputusannya dipengaruhi oleh pihak lain.

“Semenjak saya memulai karir sebagai pelatih, di level klub mau pun timnas, keputusan saya hanya dibimbing oleh satu acuan utama: saya tak pernah membiarkan diri saya diganggu oleh keinginan pihak di luar tim.”

“Jika saya yakin sesuatu perlu dilakukan maka saya akan menjalaninya sampai akhir. Di Italia Anda tak dinilai atas apa yang Anda lakukan di masa lalu. Anda dinilai atas apa yang akan terjadi di depan,” simpulnya.