Category: Komputer


Siapa yang mengira dibalik kecantikan dan otak encernya, Kristina Svechinskaya menjadi dalang pencurian uang senilai US$35 juta dari rekening bank di Amerika Serikat. Modusnya, dengan menggunakan virus komputer.

Berkat kelakuannya, ia mendapat predikat ‘hacker paling seksi sedunia’. Ia bahkan disejajarkan dengan mata-mata cantik, Anna Chapman, yang sempat mengebohkan dunia. Apalagi, dua wanita menarik ini sama-sama berasal dari Rusia.

Dalam menjalankan aksinya, Svechinskaya bekerja bersama 37 hacker lainnya.

Gadis berusia 21 tahun itu saat ini ditahan di New York. Svechinskaya memanfaatkan virus ‘Zeus Trojan’ dan malware lainnya untuk membajak komputer orang lain.

Lalu, secara rahasia, para hacker komplotannya memantau aktivitas komputer korban, mencuri nomor rekening bank dan password. Dengan modal itu, mereka lalu mengambil uang jutaan dolar dari rekening korban.

Seperti dimuat situs Daily Mail, Rabu 13 Oktober 2010, uang hasil curian itu lalu ditransfer ke ratusan rekening bank palsu milik perantara di Amerika Serikat yang menerima dan mencuci uang hasil kejahatan cyber.

Svechinskaya juga berperan sebagai perantara yang mendapatkan komisi 10 persen dari uang curian yang ditransfer oleh hacker lainnya.

Svechinskaya punya sedikitnya lima rekening atas nama sendiri dan beberapa alias, di antaranya Anastasia Opokina dan Svetlana Makarova.

Kini, si cantik nan seksi itu diancam pidana 40 tahun dalam sel yang dingin atas dugaan kasus persekongkolan pembobolan bank dan menggunakan paspor palsu.

Jaksa Manhattan, Preet Bharara, mengungkapkan era digital membawa serta banyak manfaat, tetapi juga banyak tantangan untuk penegakan hukum dan lembaga keuangan.

“Penangkapan ini menunjukkan, pembobol bank modern tak lagi memerlukan senjata, masker, atau mobil untuk melarikan diri seperti perampokan konvensional.”

“Ini hanya memerlukan internet dan kecerdikan, hanya dalam sekejap mata dengan cara meng-klik mouse,” ucapnya.(vivanews)

Semakin maraknya dunia game garapan dalam negeri memunculkan game-game yang dibagi secara gratis. Salah satu web yang menyediakan download gratis Game buatan Indonesia adalah DivineKids. Web yang di promotori David Setiabudi,S.Sn,AmRO ini memiliki fans dari beberapa negara di Asia. Ide awal dibuatnya Divine Kids Associates adalah dominasi game yang dibuat dari Amerika dan Jepang. Di Asia Korea dan Cina sudah mulai membuat game-game buatan negeri sendiri. Dari sinilah David ingin Indonesia juga memiliki game buatan dalam negeri.

Dalam web ini, game yang ada dibuat oleh David sendiri dan Divine Kids Associates. David adalah pemegang rekor Muri sebagai “Pembuat Game Pertama di Indonesia”. DivineKids juga pernah mendapat penghargaan sebagai “Game Developer Indonesia Terfavorit 2008”.

DivineKids semakin menambah kapasitas server agar mempermudah para Fans Clubnya dalam mengakses dan mendownload game yang ada.

“Server divinekids.com telah diganti menjadi SERVER RAKSASA, hal ini kami lakukan agar pendownload puas, dan tidak pernah akan kehabisan bandwith. Semoga memuaskan fans club Divinekids seIndonesia, , Singapura, Malaysia, Australia, Belgia.” Sebuah pengumuman yang di pasang di web ini.

Ada puluhan game yang dapat didownload secara gratis di web ini. Mulai dari game balap motor, pertarungan sampai dengan game petualangan tersedia di web ini. Tidak hanya game, di situs ini juga terdapat komik yang dapat pula di download secara gratis.

Tidak dipungkiri Youtube merupakan tempat reverensi video yang sangat besar. Di sana anda dapat memperoleh dan membagikan video-video rekaman anda. Sering kali beberapa orang bingung untuk mendownload video-video dari youtube, karena memang tidak disediakan tombol download.

Untuk mengatasi ini, banyak pihak ketiga yang membuat aplikasi atau web yang digunakan untuk mendownload video dari Youtube. Namun sebenarnya ada sebuah cara yang anda lakukan untuk dapat mendownload video youtube dengan cara yang sangat mudah dengan menyisipkan dua huruf “ok”. Caranya adalah sebagai berikut.

* 1. Carilah video yang anda inginkan dengan pada menu search pada http://www.youtube.com/
* 2. Buka video tersebut maka anda dapat memutar video tersebut. Di bagian address bar maka akan muncul URL http://www.youtube.com/watch?v=%5BKode Video].

* 3. Selanjutnya untuk mendownload video tersebut anda cukup menulisan “ok” di depan tulisan youtube pada URL tersebut. URL http://www.okyoutube.com/watch?v=%5BKode Video]. Dan kemudian tekan enter, maka video tersebut langsung terdownload oleh komputer anda.

Dengan metode ini, anda akan memperoleh video dengan ekstensi *.flv. Selamat mencoba

Lagi lagi aksi pencurian data terjadi di Internet. Dan kali ini menimpa situs jaringan sosial tebesar di dunia, facebook.com. Dilaporkan dari situs nytimes.com, modus dari aksi operasi pencurian dimulai dengan pengiriman sejumlah pesan elektronik palsu dari facebook ( e-mail ) ke pengguna facebook melalui account email mereka.Dan secara tidak langsung membuat pengguna me-klik link pada pesan yang dikirimkan sebagai langkah selanjutnya seperti yang selama ini dilakukan facebook.com. Namun pebedaannya adalah jika pada pesan yang aseli ( dari http://www.facebook.com ) link yang diberikan langsung menuju situs aselinya. Maka kali ini situs yang kemudian terbuka adalah sebuah halaman facebook palsu dengan tampilan yang sama persis.

Pihak penyerang memenfaatkan account yang telah ter”hack” untuk mengambil keuntungan dengan menjadikannya account robot yang mengirimkan spam ke account lainnya. Sehingga pihak penyerang berkesempatan mendapatkan keuntungan dengan promosi melalui facebook memanfaatkan pengguna aktif.

Ketika sebuah komunitas berkembang dengan pesat, saat itu pula banyak orang berpikir untuk mencari uang dari sana” ( walaupun dengan cara yang tidak halal ), kata Michael Argast seorang analis system software seeprti yagn dilansir dari gadgetwise.blogs.nytimes.com

Sebuah modus yang telah lama terjadi di dunia internet. Fasilitas pengiriman notifikasi melalalui email yang ritun diterima acap kali membuat kita kurang teliti dalam membaca asal muasal pesan. Untuk mengatasi hal serupa yang terjadi, pihak facebook mengeluarkan beberapa anjuran kepada pengguna internet, diantaranya :

1. Menggunakan browser yang up to date yang mempunyai fasilitas antiphising. Seperti Internet Explorer 8 atau Firefox 3.0.10.

2. Menggunakan data login yang berbeda untuk setiap account yang berbeda.

3. Jika menerima pesan notifikasi dengan subject dari facebook. Pastikan sender benar benar dari facebook.com. Jika tidak sudah dapat dipastikan anda akan ter-direct ke website palsu.

Sebanyak 50 mata lomba telah digelar pada ajang Lomba Karya Siswa SMK se-Jateng. 49 mata lomba di antaranya adalah yang terstruktur, sedangkan satu lomba lainnya merupakan mata lomba eksibisi yaitu farmasi dengan jumlah peserta akhir yang terdaftar sejumlah 789.

Sepuluh Mata Lomba pada Bidang Lomba Informatika Teknologi meliputi kategori Grapic Design Technology, IT / Software Application, Auto Cad Building, Computer Aided Drawing and Design (CADD) , Information Technology / Networking Support, Web Design, Animation, Telecom Distribution Technology, Mould Making dan Pattern Making.

Walikota Surakarta, Joko Widodo, yang diwakili asisten ekonomi pembangunan dan kesejahteraan, Pujo Haryanto, dalam sambutannya mengatakan bahwa ajang LKS ini sekaligus merupakan tantangan untuk mengatasi menumpuknya tenaga kerja di Indonesia, sedangkan lapangan kerja untuk menampungnya masih mengalami kekurangan. “Lulusan SMK merupakan tenaga terampil yang mampu bersaing dan siap bekerja juga menghasilkan lapangan pekerjaan,” tuturnya, Kamis (18/11) pada Pembukaan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK yang dilaksanakan di Pendhapi Gedhe Balaikota Surakarta.

Pelaksanaan Mata lomba Bidang Lomba Informatika Teknologi dilakukan di beberapa tempat di Solo dan Klaten dari 18 November hingga 20 Novmber . Sedangkan penutupan LKS berlangsung di SMKN 7/8 Surakarta sekaligus pengumuman pemenang yang akan mewakili LKS tingkat Nasional.


BAGI YANG KEPINGIN MEMBELI ACECORIES COMPUTER BISA PESAN KEPADA SAYA.
HARGA MASIH BISA NEGO BOS TENANG AJA.
BERIKUT INI SAYA LAMPIRKAN DAFTAR HARGA BARANG-BARANG YANG SAYA TAWARKAN
DOWNLOAD DAFTAR HARGA

Jakarta – Hewlett-Packard (HP) seakan tak mau kalah dalam merilis produk jagoannya di ranah desktop layar sentuh. DetikINET pun berkesempatan menjajal produk anyar HP yang bernama TouchSmart 300 ini. Bagaimana hasilnya?

Jika dilihat sekilas, TouchSmart 300 memiliki layar yang nampak relatif kecil, dibanding produk desktop layar sentuh sejenis. Padahal lebar layarnya adalah 20 inch. Mungkin penyebabnya adalah bentuknya yang sedikit ‘gendut’ jadi mencerminkan bodynya yang padat.

Kekaguman detikINET muncul ketika mendengar kualitas audio yang keluar dari speakernya. Wah… mantap! Serasa memiliki Home Theatre berukuran kecil. Walau ukuran speaker dibalik body desktop ini tak menonjol, namun suaranya serasa memenuhi seluruh ruangan.

Dentuman bass serta renyahnya treble, terdefinisi dengan jelas melalui speaker yang terletak di bagian body bawah desktop tersebut. Dari desain yang diusung, produk ini nampak elegan dengan balutan warna hitamnya. Saat dinyalakan, TouchSmart 300 pun siap menyambut pengguna dengan portal layar sentuh bernama HP TouchSmart 3.0.

Berbekal prosesor AMD Athlon II X2 235e dan grafis Nvidia GeForce G210, desktop ini cukup mumpuni untuk menikmati kualitas film full HD. Meski yang sedikit mengganjal itu tadi, layar yang dipilih kurang berasa lebar. Namun tetap saja produk ini cocok untuk diletakan di ruang keluarga.

Dengan spesifikasi tersebut, TouchSmart 300 cukup lancar saat digunakan untuk memainkan game sekelas Left 4 Dead. Selain itu produk ini masih kuat untuk diajak mengolah grafis secara ringan dengan software macam Corel, Adobe Photoshop, bahkan mengerjakan project 3Ds Max (software grafis 3D) kecil-kecilan.

Portal Layar Sentuh Kurang Mulus

Bagian lain yang paling menarik dari desktop ini adalah sensasi layar sentuhnya dalam portal bernama HP TouchSmart 3.0. Portal ini menyediakan banyak ragam aplikasi mulai dari notepad, video, musik, browser, hingga canvas untuk melukis.

Dari sisi tampilan dan desain, portal layar sentuh HP ini, menurut detikINET sedikit lebih baik daripada milik Acer. Jika Acer Touch Portal milik Aspire Z5610 sedikit lebih ribet, maka HP TouchSmart terkesan lebih simpel dan elegan.

Namun saat detikINET mencoba gestur layar sentuh multi-touchnya, entah mengapa pengoperasian tiap-tiap apikasinya terasa kurang responsif. Misalnya saat digunakan untuk menggeser, memutar, atau melakukan zooming pada sebuah aplikasi. Kesannya sedikit patah-patah.

Sebagai informasi tambahan, HP TouchSmart 300 mengsung prosesor AMD Athlon II X2, sementara Aspire Z5610 mengusung Intel Core 2 Quad. Semoga hal ini bukan karena masalah prosesor, saat dipaksa melakukan kinerja multi-tasking.

Bermain-main dengan fitur layar sentuh desktop ini memang mengasyikan, terlebih untuk segala macam fitur hiburan yang ada di dalamnya. Namun jangan coba-coba mengetik menggunakan on-screen keyboard (keyboard virtual layar sentuh) untuk mengetik sebuah dokumen.

Sama seperti Aspire Z5610, bagi yang belum terbiasa pasti akan sangat kesulitan untuk mengetik sebuah artikel dengan virtual keyboard tersebut. Apalagi bagi pengguna yang memiliki jemari relatif besar. Dijamin susah mengetik.

Kesimpulan

Dengan desain serta fitur multimedia yang unggul, HP TouchSmart 300 cukup kompetitif jika disandingkan dengan desktop serupa milik Acer bernama Aspire Z5610, terlebih dengan harga yang sedikit lebih murah.

Desktop ini pun bisa menjadi salah satu sarana hiburan bagi keluarga yang mengasyikan. Letakkan saja di ruang keluarga untuk berbagi hiburan multimedia.

Selain itu, HP pun menambahkan keyboard serta wireless mouse dalam box HP TouchSmart 300. Jadi user memiliki opsi alternatif dalam berinteraksi. Pengguna yang berminat dapat menyiapkan dana sekitar US$ 1.144. Sedikit lebih murah dari Acer Aspire Z5610 yang berharga US$ 1.399.

Spesifikasi Umum:
– CPU: AMD Athlon II X2 235e (2.70 Ghz)
– OS: Windows 7 Home Premium (64-bit)
– GPU: Nvidia GeForce G210 (512MB/64bit)
– Display: 1600×900 pixel
– Memori RAM: 4GB
– I/O: 5 USB, card reader, VGA, 2 jack audio, SPDIF out, LAN
– Storage: 500 GB
– Harga: US$ 1.144

Hasil Benchmark

PC Mark Vantage: 4622
– Memories Suite : 2795
– TV and movies suite: 2864
– Gaming Suite: 3650
– Music Suite: 4882
– Communication Suite: 4506
– Productivity Suite: 4379
– HDD test suite: 3524

3D Mark 06: 3547
– SM2.0 : 1370
– HDR/SM3.0 : 1319
– CPU : 2062

Base Score Windows 7 Performance: 5.0
– Prosesor: 6.2
– RAM: 7.1
– Grafis: 5.0
– Grafis Game: 6.0
– Hard Disk: 7.5

Jakarta – Hewlett-Packard (HP) seakan tak mau kalah dalam merilis produk jagoannya di ranah desktop layar sentuh. DetikINET pun berkesempatan menjajal produk anyar HP yang bernama TouchSmart 300 ini. Bagaimana hasilnya?

Jika dilihat sekilas, TouchSmart 300 memiliki layar yang nampak relatif kecil, dibanding produk desktop layar sentuh sejenis. Padahal lebar layarnya adalah 20 inch. Mungkin penyebabnya adalah bentuknya yang sedikit ‘gendut’ jadi mencerminkan bodynya yang padat.

Kekaguman detikINET muncul ketika mendengar kualitas audio yang keluar dari speakernya. Wah… mantap! Serasa memiliki Home Theatre berukuran kecil. Walau ukuran speaker dibalik body desktop ini tak menonjol, namun suaranya serasa memenuhi seluruh ruangan.

Dentuman bass serta renyahnya treble, terdefinisi dengan jelas melalui speaker yang terletak di bagian body bawah desktop tersebut. Dari desain yang diusung, produk ini nampak elegan dengan balutan warna hitamnya. Saat dinyalakan, TouchSmart 300 pun siap menyambut pengguna dengan portal layar sentuh bernama HP TouchSmart 3.0.

Berbekal prosesor AMD Athlon II X2 235e dan grafis Nvidia GeForce G210, desktop ini cukup mumpuni untuk menikmati kualitas film full HD. Meski yang sedikit mengganjal itu tadi, layar yang dipilih kurang berasa lebar. Namun tetap saja produk ini cocok untuk diletakan di ruang keluarga.

Dengan spesifikasi tersebut, TouchSmart 300 cukup lancar saat digunakan untuk memainkan game sekelas Left 4 Dead. Selain itu produk ini masih kuat untuk diajak mengolah grafis secara ringan dengan software macam Corel, Adobe Photoshop, bahkan mengerjakan project 3Ds Max (software grafis 3D) kecil-kecilan.

Portal Layar Sentuh Kurang Mulus

Bagian lain yang paling menarik dari desktop ini adalah sensasi layar sentuhnya dalam portal bernama HP TouchSmart 3.0. Portal ini menyediakan banyak ragam aplikasi mulai dari notepad, video, musik, browser, hingga canvas untuk melukis.

Dari sisi tampilan dan desain, portal layar sentuh HP ini, menurut detikINET sedikit lebih baik daripada milik Acer. Jika Acer Touch Portal milik Aspire Z5610 sedikit lebih ribet, maka HP TouchSmart terkesan lebih simpel dan elegan.

Namun saat detikINET mencoba gestur layar sentuh multi-touchnya, entah mengapa pengoperasian tiap-tiap apikasinya terasa kurang responsif. Misalnya saat digunakan untuk menggeser, memutar, atau melakukan zooming pada sebuah aplikasi. Kesannya sedikit patah-patah.

Sebagai informasi tambahan, HP TouchSmart 300 mengsung prosesor AMD Athlon II X2, sementara Aspire Z5610 mengusung Intel Core 2 Quad. Semoga hal ini bukan karena masalah prosesor, saat dipaksa melakukan kinerja multi-tasking.

Bermain-main dengan fitur layar sentuh desktop ini memang mengasyikan, terlebih untuk segala macam fitur hiburan yang ada di dalamnya. Namun jangan coba-coba mengetik menggunakan on-screen keyboard (keyboard virtual layar sentuh) untuk mengetik sebuah dokumen.

Sama seperti Aspire Z5610, bagi yang belum terbiasa pasti akan sangat kesulitan untuk mengetik sebuah artikel dengan virtual keyboard tersebut. Apalagi bagi pengguna yang memiliki jemari relatif besar. Dijamin susah mengetik.

Kesimpulan

Dengan desain serta fitur multimedia yang unggul, HP TouchSmart 300 cukup kompetitif jika disandingkan dengan desktop serupa milik Acer bernama Aspire Z5610, terlebih dengan harga yang sedikit lebih murah.

Desktop ini pun bisa menjadi salah satu sarana hiburan bagi keluarga yang mengasyikan. Letakkan saja di ruang keluarga untuk berbagi hiburan multimedia.

Selain itu, HP pun menambahkan keyboard serta wireless mouse dalam box HP TouchSmart 300. Jadi user memiliki opsi alternatif dalam berinteraksi. Pengguna yang berminat dapat menyiapkan dana sekitar US$ 1.144. Sedikit lebih murah dari Acer Aspire Z5610 yang berharga US$ 1.399.

Spesifikasi Umum:
– CPU: AMD Athlon II X2 235e (2.70 Ghz)
– OS: Windows 7 Home Premium (64-bit)
– GPU: Nvidia GeForce G210 (512MB/64bit)
– Display: 1600×900 pixel
– Memori RAM: 4GB
– I/O: 5 USB, card reader, VGA, 2 jack audio, SPDIF out, LAN
– Storage: 500 GB
– Harga: US$ 1.144

Hasil Benchmark

PC Mark Vantage: 4622
– Memories Suite : 2795
– TV and movies suite: 2864
– Gaming Suite: 3650
– Music Suite: 4882
– Communication Suite: 4506
– Productivity Suite: 4379
– HDD test suite: 3524

3D Mark 06: 3547
– SM2.0 : 1370
– HDR/SM3.0 : 1319
– CPU : 2062

Base Score Windows 7 Performance: 5.0
– Prosesor: 6.2
– RAM: 7.1
– Grafis: 5.0
– Grafis Game: 6.0
– Hard Disk: 7.5


Jakarta – Prosesor memiliki peranan yang sangat penting untuk menentukan tinggi atau rendahnya performa komputer. Jadi tidak heran, jika Intel dan AMD selalu berinovasi agar selalu menjadi yang terbaik di mata konsumennya.

Beberapa tahun lalu, prosesor berinti ganda atau yang biasa disebut sebagai dual core masih jarang ditemui. Namun kini berkat pertumbuhan aplikasi yang makin ‘rakus’ akan performa komputer, prosesor dengan jumlah ‘otak’ lebih dari satu sudah tergolong wajar.

Jumlah core pada tiap-tiap prosesor, dapat mengindikasikan seberapa hebat produk tersebut ketika menangani aplikasi yang membutuhkan prosesi data secara pararel.

Jadi bisa dibilang, semakin banyak jumlah core yang dimiliki prosesor, maka semakin cepat produk tersebut mengeksekusi perintah. Nah, kebetulan detikINET memiliki Intel Core i7 980X yang boleh ‘disiksa’. Seperti apa performanya?

Prosesor Tercepat Saat Ini?

Bisa dibilang, Intel Core i7 980X merupakan seri ketiga dari jajaran Xtreme Edition terdahulu yang menganut arsitektur Core i7 LGA 1366. Embel-embel extreme edition dalam produk ini menandakan bahwa, prosesor ini dapat masih bisa dipacu kecepatannya dengan melakukan overclocking.

Namun dalam pengujian kali ini, detiKINET tidak akan melakukan overclock atau pun mengganti pendingin bawaan (walaupun tidak menyerap panas dengan baik). Pengujian hanya dilakukan melalu beberapa aplikasi sintetis dan game.

Berdasarkan spesikasi yang telah dimuat pada ulasan sebelumnya, tidak heran jika banyak pengguna berasumsi bahwa Intel Core i7 980X merupakan prosesor desktop tercepat yang ada saat ini.

Nah, untuk membuktikan hal tersebut detikINET akan melakukan pengujian dengan sedikit komparasi dengan generasi sebelumnya, Intel Core i7 965.

Menang Telak, Pada Pengujian Cinebench R10

Cinebench merupakan sebuah aplikasi yang dapat menguji performa suatu komputer. Aplikasi yang dibuat oleh pabrikan animasi bernama MAXON ini, bakal menguji ketangguhan prosesor ketika melakukan rendering sebuah gamabar 3 dimensi.

Uniknya, Cinebench R10 dapat memanfaatkan tiap-tiap core yang berada dalam prosesor. Jadi tidak heran jika aplikasi ini dijadikan tolak ukur kemampuan prosesor ‘berotak’ ganda.

Pengujian yang dilakukan pada aplikasi ini, menunjukan peningkatan yang cukup signifikan antara Intel Core i7 965 dengan i7 980. Yakni dengan perbedaan angka sebesar 289 untuk rendering dengan singlecore, dan 6771 untuk rendering dengan 1 multicore.

Hasil yang terpaut jauh ketika melakukan rendering dengan multicore memang sudah tidak diragukan lagi. Pasalnya, Core i7 980X telah dipersenjatai dengan total core yang lebih banyak yakni 12 core.

Hal serupa pun dijumpai pada aplikasi pengujian 3D Mark 2006, 3D Mark Vantage dan PC Mark Vantage. Walaupun tidak sebesar perbedaan yang didapat pada Cinebench, namun Core i7 980X sanggup menunjukan ‘taringnya’ jika disandingkan dengan versi terdahulu.
Jumlah Core yang Banyak Belum Berpengaruh di Game

Meski unggul telak pada pengujian aplikasi benchmark, namun perbedaan jumlah core yang sedemikian besar tidak berarti ketika digunakan dalam game.

Sebagai acuan, detikINET mengguji prosesor ini dengan memainkan game Resident Evil 5 pada konfigurasi, resolusi 1920 X 1080, Antialiasing 8X, dan semua fitur diaktifkan termasuk motion Blur.

Hasilnya, tidak ada peningkatan yang berarti. Ketika disandingkan kartu grafis MSI GTX 275 Lightning, tampaknya Core i7 980X tidak menunjukan peningkatan sama sekali. Namun bisa jadi, ini karena terdapat bottleneck pada kartu grafis yang digunakan.

Lalu bagaimana performanya untuk aplikasi kantoran? Ya, untuk pengujian kali ini detikINET juga akan menjajal dengan salah satu aplikasi kantoran.

Microsoft Excel bisa menjadi aplikasi penghitung aplikasi matematika yang sangat kompleks. Pengujian ini menjalankan simulasi Monte Carlo yang menghitung harga saham dalam jumlah spreadsheet yang sangat besar.

Lagi-lagi Intel Core i7 980X mampu menunjukan performanya. Perhitungan yang sangat rumit tersebut mampu diselesaikan tidak lebih dari 3 detik, lebih cepat jika dibandingkan Core i7 965 yang membutuhkan waktu 5 detik.

Hanya sekedar tambahan, prosesor Intel Core 2 Duo T9400 dengan memori DDR2 4GB membutuhkan waktu sekitar 80 detik untuk menyelesaikan perhitungan tersebut.

Jika melihat beberapa hasil pengujian di atas, bisa diakui jika Intel Core i7 980X merupakan prosesor tercepat versi desktop saat ini. Namun dengan harga kisaran USD 999, apakah produk ini layak dimiliki? Tentunya hal tersebut berbalik kepada kebutuhan pengguna.

Kelebihan:
+ Performa tinggi
+ Potensi overclok tinggi

Kekurangan:
– Mahal
– Panas Tinggi
– Pendingin bawaan kurang memadai

Hasil Benchmark:

Cinebench R10:
– Rendering singlecore: 4063
– Rendering multicore: 22530

3D Mark 2006: 18231
3D Mark Vantage: P13971
PC Mark Vantage: 15316

Dalam mereview produk ini, detikINET menggunakan sistem berbasis: Intel DX580SO, MSI GTX 275, Corsair HX1000W, Corsair Dominator 6GB kit, ASUS VH226 dan sistem operasi Windows 7


Jakarta – Prosesor memiliki peranan yang sangat penting untuk menentukan tinggi atau rendahnya performa komputer. Jadi tidak heran, jika Intel dan AMD selalu berinovasi agar selalu menjadi yang terbaik di mata konsumennya.

Beberapa tahun lalu, prosesor berinti ganda atau yang biasa disebut sebagai dual core masih jarang ditemui. Namun kini berkat pertumbuhan aplikasi yang makin ‘rakus’ akan performa komputer, prosesor dengan jumlah ‘otak’ lebih dari satu sudah tergolong wajar.

Jumlah core pada tiap-tiap prosesor, dapat mengindikasikan seberapa hebat produk tersebut ketika menangani aplikasi yang membutuhkan prosesi data secara pararel.

Jadi bisa dibilang, semakin banyak jumlah core yang dimiliki prosesor, maka semakin cepat produk tersebut mengeksekusi perintah. Nah, kebetulan detikINET memiliki Intel Core i7 980X yang boleh ‘disiksa’. Seperti apa performanya?

Prosesor Tercepat Saat Ini?

Bisa dibilang, Intel Core i7 980X merupakan seri ketiga dari jajaran Xtreme Edition terdahulu yang menganut arsitektur Core i7 LGA 1366. Embel-embel extreme edition dalam produk ini menandakan bahwa, prosesor ini dapat masih bisa dipacu kecepatannya dengan melakukan overclocking.

Namun dalam pengujian kali ini, detiKINET tidak akan melakukan overclock atau pun mengganti pendingin bawaan (walaupun tidak menyerap panas dengan baik). Pengujian hanya dilakukan melalu beberapa aplikasi sintetis dan game.

Berdasarkan spesikasi yang telah dimuat pada ulasan sebelumnya, tidak heran jika banyak pengguna berasumsi bahwa Intel Core i7 980X merupakan prosesor desktop tercepat yang ada saat ini.

Nah, untuk membuktikan hal tersebut detikINET akan melakukan pengujian dengan sedikit komparasi dengan generasi sebelumnya, Intel Core i7 965.

Menang Telak, Pada Pengujian Cinebench R10

Cinebench merupakan sebuah aplikasi yang dapat menguji performa suatu komputer. Aplikasi yang dibuat oleh pabrikan animasi bernama MAXON ini, bakal menguji ketangguhan prosesor ketika melakukan rendering sebuah gamabar 3 dimensi.

Uniknya, Cinebench R10 dapat memanfaatkan tiap-tiap core yang berada dalam prosesor. Jadi tidak heran jika aplikasi ini dijadikan tolak ukur kemampuan prosesor ‘berotak’ ganda.

Pengujian yang dilakukan pada aplikasi ini, menunjukan peningkatan yang cukup signifikan antara Intel Core i7 965 dengan i7 980. Yakni dengan perbedaan angka sebesar 289 untuk rendering dengan singlecore, dan 6771 untuk rendering dengan 1 multicore.

Hasil yang terpaut jauh ketika melakukan rendering dengan multicore memang sudah tidak diragukan lagi. Pasalnya, Core i7 980X telah dipersenjatai dengan total core yang lebih banyak yakni 12 core.

Hal serupa pun dijumpai pada aplikasi pengujian 3D Mark 2006, 3D Mark Vantage dan PC Mark Vantage. Walaupun tidak sebesar perbedaan yang didapat pada Cinebench, namun Core i7 980X sanggup menunjukan ‘taringnya’ jika disandingkan dengan versi terdahulu.
Jumlah Core yang Banyak Belum Berpengaruh di Game

Meski unggul telak pada pengujian aplikasi benchmark, namun perbedaan jumlah core yang sedemikian besar tidak berarti ketika digunakan dalam game.

Sebagai acuan, detikINET mengguji prosesor ini dengan memainkan game Resident Evil 5 pada konfigurasi, resolusi 1920 X 1080, Antialiasing 8X, dan semua fitur diaktifkan termasuk motion Blur.

Hasilnya, tidak ada peningkatan yang berarti. Ketika disandingkan kartu grafis MSI GTX 275 Lightning, tampaknya Core i7 980X tidak menunjukan peningkatan sama sekali. Namun bisa jadi, ini karena terdapat bottleneck pada kartu grafis yang digunakan.

Lalu bagaimana performanya untuk aplikasi kantoran? Ya, untuk pengujian kali ini detikINET juga akan menjajal dengan salah satu aplikasi kantoran.

Microsoft Excel bisa menjadi aplikasi penghitung aplikasi matematika yang sangat kompleks. Pengujian ini menjalankan simulasi Monte Carlo yang menghitung harga saham dalam jumlah spreadsheet yang sangat besar.

Lagi-lagi Intel Core i7 980X mampu menunjukan performanya. Perhitungan yang sangat rumit tersebut mampu diselesaikan tidak lebih dari 3 detik, lebih cepat jika dibandingkan Core i7 965 yang membutuhkan waktu 5 detik.

Hanya sekedar tambahan, prosesor Intel Core 2 Duo T9400 dengan memori DDR2 4GB membutuhkan waktu sekitar 80 detik untuk menyelesaikan perhitungan tersebut.

Jika melihat beberapa hasil pengujian di atas, bisa diakui jika Intel Core i7 980X merupakan prosesor tercepat versi desktop saat ini. Namun dengan harga kisaran USD 999, apakah produk ini layak dimiliki? Tentunya hal tersebut berbalik kepada kebutuhan pengguna.

Kelebihan:
+ Performa tinggi
+ Potensi overclok tinggi

Kekurangan:
– Mahal
– Panas Tinggi
– Pendingin bawaan kurang memadai

Hasil Benchmark:

Cinebench R10:
– Rendering singlecore: 4063
– Rendering multicore: 22530

3D Mark 2006: 18231
3D Mark Vantage: P13971
PC Mark Vantage: 15316

Dalam mereview produk ini, detikINET menggunakan sistem berbasis: Intel DX580SO, MSI GTX 275, Corsair HX1000W, Corsair Dominator 6GB kit, ASUS VH226 dan sistem operasi Windows 7