Category: Puisi


PUISI KARYA ARIEL PETERPAN

Jika saya bercerita sekarang,

Maka itu hanya akan membuat sebagian orang memaklumi saya,
Dan sebagian lagi akan tetap menyalahkan saya,
Tetapi itu juga akan membuat mereka memaklumi dunia yang seharusnya tidak dimaklumi,
Dan tidak ada yang dapat menjamin apakah semua dapat memetik hal yang baik dari
kemakluman itu,
Atau hanya akan mengikuti keburukannya
Maka lebih baik saya diam.

Jika saya bersuara sekarang,
Maka itu akan membuat,
Saya terlihat sedikit lebih baik,
Dan beberapa lainnya terlihat lebih buruk sebenarnya,
Maka saya lebih baik diam.

Jika saya berkata sekarang,
Maka akan hanya ada caci maki,
Dari lidah ini,
Dan teriakan kasar tentang kemuakan,
Serta cemoohan hina pada keadilan,
Maka saya lebih baik diam.

Saya hanya akan berkata pada Tuhan, bersuara pada yang berhak,
Berkata pada diri sendiri,
Lalu diam kepada yang lainnya,
Lalu biarkan seleksi Tuhan,
Bekerja pada hati setiap orang.

Iklan

Pintu Demi Pintu

Ingatkan aku jalan berliku menuju rumahmu. Ingatkan juga bagaimana cara mengetuk pintu, karena pintu selalu ingin diketuk, ingin membuka kala tertutup, ingin pula mengingat cara mengunci diri sendiri. Meski anak kunci itu mungkin sudah patah, lubang kunci tetap abadi.

Kemudian, ingatkan aku seusil angin, menyusup ke dalam lubang kunci rumah-rumah tak berlantai. Rumah-rumah yang berdiri di tepi pantai, menunggu laut menjemput, meneriakkan ombak pada lantai, mengantar gelombang pada kertas-kertas yang berjatuhan dari buku catatan tuhan.

Aku sungguh ingin kau tak ragu mengingat tubuhku yang pecah berkeping, dalam kepalan pintu-pintu yang tak sabar menanti ketukan sebatang coklat.

Kau membawa musim hujan ke dalam kepalaku. Menjejalkan gumpalan mendung lewat lubang hidung dan telingaku. Bisa kututup rapat-rapat bibirku, namun tak mampu apapun menyumpal lubang hidung dan kedua telingaku. Selalu mengendus dan mendengar getar nadimu, seperti anjing pelacak mengendus heroin, mendengar detak jantung seorang buronan. Maka aku mengejarmu tanpa peduli waktu, tempat dan majikan yang memegangi tali kekang di leherku. Berlari di semak-semak dan reruntuhan gedung, seperti adegan sebuah film. Aku memburu tubuhmu. Diam-diam berlomba dengan desing peluru, ingin kuterkam kau saat masih berlari. Sebelum guntur meletus, meledakkan gumpalan mendung di balik keningku. Aku tak ingin cerita tamat tanpa akhir yang sempurna. Aku ingin hujan turun sebelum wajahku keriput. Sederhana saja, uangku mungkin hanya cukup untuk beli racun tikus, sebagai pereda rasa sakit di perut anak-anakku. Lalu aku mesti kerja lagi, mengendus jejak-jejak tikus di lorong-lorong kota. Jika beruntung, akan kubawakan keju untuk anak-anakku. Memeluk anak-anakku di teras rumah, memandang hujan dari balik kaca. Kalian yang berdiam dalam rumah, tak perlu berteduh lagi. Biar hujan turun, anak-anakku sedang belajar melukis pelangi.

aku tak tahu apa yang ku rasakan

dalam hatiku saat pertama kali

lihat dirimu, melihatmu

seluruh tubuhku terpaku dan membisu

detak jantungku berdebar tak menentu

sepertinya aku tak ingin berlalu

berikan cintamu juga sayangmu

percaya padaku ku kan menjagamu

hingga waktu menjemputku

ku berikan cintaku juga sayangku

percaya padaku ku kan menjagamu

hingga waktu menjemputku

saat ku tahu kau akan pergi jauh

izinkan aku tuk selalu menantimu

untuk katakan ku ingin dirimu (ingin dirimu)

agar kau tahu betapa ku terlalu

mencintaimu aku akan menunggu

hingga dirimu kembali untukku

“TENTANG AKU DAN KAMU”

Langkahku terhenti saat hati mulai mencair karena rindu…
Tataplah mentari, karena hari ini semuanya harus kita akhiri
Genggamlah jariku, karena mungkin kita tak mungkin kembali ke masa-masa ini…
Peluk tubuhku ini, karena sungguh… aku ingin..

Pertama ku sentuh warnamu, saat hati ini gersang, penuh dengan debu….
Sperti Oase yg bangkitkan hasrat untuk berbagi angan.. kamu hadir bawakan aku Cinta..
Kamu buat aku tertunduk, merenung, dan menatap jauh ke dalam mata indahmu
Sungguh.., aku telah tenggelam dan hanyut dalam lautan cinta terlarang ini..

Saat kututup mataku, terbersit keinginan untuk bawa kamu jauh kedalam kehidupanku
Saat kuyakinkan hati ini bahwa kamu mampu bertahan dengan semua keadaanku saat ini
Selalu ada sesuatu yang memaksa aku berfikir kembali untuk melangkah lebih jauh
Sampai di Titik ini, aku harus menjawab… mengapa hatiku sering bimbang

Jujur…. dari dalam lubuk hatiku yang paling dalam.. aku katakan…
Aku sayang kamu…… Aku cinta Kamu… Aku akan selalu rindu padamu…..
Dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada padamu
Hingga buatlah kamu benci padaku karena perasaanku ini…

12 Des 08, kita putuskan untuk arungi lautan yg penuh gelombang ini bersama-sama
Berbekal hati yg terluka, coba abaikan sakitnya, penuh harap, gantungkan angan diangkasa…
Walau hampir basah pipi ini dengan air mata tak percaya…
Getir…. Saat kau ucapkan setiap kata yang terbungkus cerita tentang kamu dengan dia…

Tapi sudahlah, aku bisa terima semua itu… dan berharap, tak ada lagi cerita yg keluar dari bibirmu tentang masa lalumu itu, karena aku masih ingat jelas rasa sakitnya…

Sejak saat itu, hariku tak lagi membosankan…
Sejak saat itu, ada wajah dan warnamu dalam setiap ruang di hati dan fikiranku
Ada senyummu, pandanganmu dan suaramu di sela-sela aku menghela nafas…
Sungguh, kamu begitu memberi arti di dalam kisah hidupku

Sampai kusadari, aku bukanlah orang yang kau cari…
Aku bukanlah pangeran dalam mimpimu…
Aku bukanlah pembawa bahagian di masadepanmu,
Aku hanya seorang pemimpi, yg dapat halangi kamu untuk temukan belahan hatimu yang lain..

Aku tak bisa menjadi tanpa batas dimatamu…
Akupun Kadang tak bisa selalu ada disisimu saat kamu butuh aku..
Aku tak bisa janjikan waktu-waktu indah untuk kamu,
Aku sadar benar, semua ini menyiksamu… aku dan kenangan-kenangan kita

Bila kita tak mungkin lagi bersatu,…
Sungguh….
Aku akan tetap berusah selalu ada untuk kamu,
Walau tak mungkin lagi hatimu utuh untukku..

Semoga kamu temukan cinta sejatimu, tanpa batas… hingga dunia tau….
Sesungguhnya ada ruang di dalam mata indahmu..
Ruang yang hanya pantas diisi dengan cinta tulus dengan hati…
Aku Cinta Padamu…

Terima kasih, untuk semua sayang dan cintamu.. yg membuat aku akan sangat kehilanganmu..
Jangan lupakan aku.. sungguh, kisah ini jadi penggalan manis dalam hidupku,
Walau “kita cukup sampai disini….”
Mungkin, Sampai aku kembali lagi…

Mungkin…

Malam

Malam begitu sepi
Saat terhenyut dalam ingat-MU
Dalam kesendirian malamku
Asma_Mu ku lantunkan
Lailahaillah…..
Tuhan…
Malam_Ku terasa sunyi
Hembusan Angin
Telah membawa jiwa ke dalam keterasingan
Sedetik,,,Ku lalaikan seruan_Mu
Membawa diri untuk Menangis keharibaan-MU
Tuhan….
Jagalah Hamba_MU dari dosa dan siksa
Sujud_ku dalam Tuntunan_MU

Kupilih hinanya sebuah Kefakiran dari mulianya Kekayaan akibat dari seorang Ibu Kandung yang cinta Dunia.
Sungguh Qanaah itu ada di suatu tingkat, yang tak ada lagi tingkatan yang mengunggulinya,
namun mereka bangga akan berbuat kedzaliman.
kemuliaan tanpa ALLAH adalah kehinaan sejati,
Merasa mulia dengan ALLAH adalah Kemuliaan Yang Hakiki

Wahai Tuhanku,
Setiap hamba mengharapkan-MU,
engkaulah penguasa Alam dan pencipta Makhluk
Kepada ALLAH penuh percaya dan keyakinan setiap detik.
dan dari ALLAH harapan Curahan Rahmat dari-NYA.

Istana Selot 20 Paledang BOGOR didalamnya ada kesedihan datang silih berganti.
maka pasrahlah dan ridholah pada cobaan dan bencana yang menimpa.
yang ridho dengan takdir akan mendapat ketentraman.
yang benci dengan takdir akan mendapat siksa.

Wahai Sumber Kelapangan dan kesulitan.
Engkaulah pemilik tenda yang pasaknya tertancap dalam Qalbuku.
penyingkap sebuah hijab dari Kejauhan, pemberi karunia yang Agung.
ketika kuhadapi berbagai kesulitan Engkau hadir bersamaku, tuk menghilangkan duka dan kesedihan.

DIA-lah ALLAH Yang Maha Memiliki Keagungan, kebesaran, dan kekekalan. Andai bukan karena ALLAH, bumi dan langit tak akan pernah ada. keindahan Ciptaa-MU telah merasuk dalam lubuk hati yang paling Dalam.

Wahai Yang Maha Sempurna ,
Hamba tak pernah lalai dari perintah-MU,
setiap kali berhembus angin timur, qalbuku rindu kepada-MU,
Ruhku pun tak pernah sadar dari mabuk CINTA FITRI kepada-MU.

Hamba cukup merasa Mulia karena Engkau adalah Tuhanku,
Hamba cukup merasa Bangga karena Hamba adalah Hamba-MU,

Ya ALLAH, Engkau seperti yang kucinta,
maka berilah hamba Taufik untuk melakukan suatu perbuatan yang Engkau Cintai,
Engkau seperti yang kuinginkan, maka berilah hamba Taufik untuk melakukan suatu perbuatan yang Engkau Inginkan.

Sebutir Rindu Untuk Sepi


Kerinduan ini terlalu dalam
Menggugatku untuk bertemu
Tiada salah mengenangmu
Malaikat terbaik di hidupku
Tahun bersambut
Dulu hanya berdiam dan berteman sepi
Kini suara saja, telah terbayarkan bahagiaku
Seandainya dulu angin kencang berhembus padamu
Pasti ia berkata penyesalan di hatiku,..
Biarkan aku bersandar terus disampingmu
Dan selalu masih kurasakan memory kebaikan itu
Ingin aku berteriak sambil meloncat jatuh
Di puncak jiwaku dengan hembusan nafasku
Aku terlalu merindumu
—–
Di atas adalah salah satu puisi Indah Prayodya yang ada dalam e book ini. Sebuah kerinduan yang amat sangat.

Nikmati puisi-puisi lain dalam e book iniSILAHKAN DOWNLOAD BUKUNYA

Tersenyum nurani melihat indahnya dunia
Hatipun mengucap kagum akan kuasa sang Illahi
Tanpa aku sadari hati kecilku menangis
Saat menyaksikan megahnya alam yang dulu selalu menghiasi cagarnya

Air mata mulai tak terbendung saat merasakan derita
Dan petaka yang mencekam batin
Jiwa berdzikir memohon ampun seraya bertanya
Apakah kiamat sudah dekat?

Tersenyum nurani melihat indahnya dunia
Hatipun mengucap kagum akan kuasa sang Illahi
Tanpa aku sadari hati kecilku menangis
Saat menyaksikan megahnya alam yang dulu selalu menghiasi cagarnya

Air mata mulai tak terbendung saat merasakan derita
Dan petaka yang mencekam batin
Jiwa berdzikir memohon ampun seraya bertanya
Apakah kiamat sudah dekat?